PERANTAU BATAK (tidak) PEDULI BONA PASOGIT ???


Penulis : Tansiswo Siagian
Naposo Batak  pasti memahami bahwa semua orang Batak, apapun marganya pasti berawal dari  Tanah Batak. Maka secara filosofi dan historisnya marga Batak  berakar dan punya cikal bakal di Tanah Batak. Oleh sebab itu pastilah semua marga punya kampung awal di Tanah Batak dan itulah yang disebut bona pasogit (bona ni pinasa).
Tetapi karena kemajuan jaman dan perkembangan penduduk, maka saat ini hampir di semua daerah di Indonesia dihuni orang Batak.  Orang Batak di perantauan (parserahan) dalam pergaulan kehidupannya pastilah mencari temannya sesama orang Batak sekalipun berbeda marga karena adanya ikatan budaya dan adat serta karakter kesukuan yang kuat. Hal di atas menjadi suatu dorongan untuk membentuk kominitas  ("mangkuling do mudar") hubungan darah sesama orang Batak sekalipun hanya sekedar komunitas adat.
Jika sudah bertemu dalam satu wilayah beberapa orang Batak maka akan segera membuat komunitas/kumpulan (parsadaan) adat dan budaya Batak yang lebih luas tanpa memilah marga dan asal usulnya. Jika komunitas ini semakin berkembang dimana pendatang baru semakin banyak dan beragam marganya., perlahan akan muncul komunitas klan besar marga  dan selanjutnya  muncullah komunitas marga, sub marga (punguan saompu).
Itulah cikal bakal adanya kumpulan marga (punguan marga) hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Ikatan marga (samudar/sedarah), adat budaya dan melakolisme bona pasogit menjadi pengikat dalam kumpulan ini. Pada saat ini punguan marga di luar Bona Pasogit sangat exis dan berkembang terutama di kota besar. Ikatan yang bergerak dalam kegiatan sosial, adat dan budaya ini sangat kuat dan mendominasi dalam kehidupan anggota marganya terutama dalam melaksanakan adat istiadat.
Tak bisa kita pungkiri, jika seseorang yang telah berumah tangga dan tinggal diperantauan maka sangat naif jika tidak segera masuk kumpulan marga suami dan marga istrinya. Begitulah kuatnya pengaruh kumpulan marga bagi orang Batak di perantauan.
Tetapi menjadi pertanyaan buat kita, masih adakah kumpulan marga yang  saat ini begitu banyak tumbuh berkembang di rantau/parserahan punya hubungan dan kepedulian dengan Bona Pasogit?. Adakah  kepedulian kumpulan marga itu pada Bona Pasogitnya di Tanah Batak?. Mohon maaf (santabi) buat individu dan kumpulan marga  yang telah mulai berpikir dan atau telah berbuat untuk bona pasogitnya di Tanah Batak, tetapi harus kita akui pada umumnya kumpulan marga itu hanya sedikit yang perduli dengan Bona Pasogitnya?.
Lihatlah kemeriahan  dan biaya yang diperlukan untuk pesta bona taon (pesta awal tahun)setiap kumpulan marga di perantauan, perhatikanlah bagaimana kekompakan (ha-renta-on) kumpulan marga jika ada pesta adat di perantauan.  Amatilah betapa semangat kebersamaan dan semangat menyumbang(manumpahi/manggugui) dari anggota kumpulan marga ketika ada pesta, lelang, tortor , saweran, atau apapun namanya untuk berpartisipasi aktif memberi  untuk kumpulan marganya?. Luar biasa, sangat indah. Ini semangat dan kekuatan yang sangat positif. Dan tampak nyata bahwa Batak itu memang luar biasa kompak.

Jika kita asumsikan, anggota seluruh kumpulan  marga Batak yang ada di luar Tanah Batak sekitar 500 ribu rumah tangga dimana setiap keluarga mengikuti  minimal dua Kumpulan Marga yaitu dari pihak suami dan istri, maka  seluruh kumpulan marga ada 1 juta anggota.  Jika kita adopsi GEBU MINANG (Gerakan Budaya Minangkabau) yang mengumpulkan minimal rp.2000/bulan/per anggota setiap bulan untuk disumbangkan membangun nagari di Sumbar, maka potensi yang dapat di kumpulan seluruh anggota Kumpulan Marga Batak minimal, sekali lagi minimal Rp. 2 millyar perbulan atau Rp. 24 millyar pertahun. 

Seandainya, dana sebesar ini disumbangkan untuk pembangunan Bona Pasogit sebagai stimulan gerakan peduli Bona Pasogit, betapa Tanah Batak akan lebih cepat terpacu untuk maju. Dengan terpacu pembangunan di Bona Pasogit oleh Prakarsa dan dukungan anak rantau maka tentu kondisi Bona Pasogit akan jauh lebih maju daripada sekedar menunggu Pemerintah melaksanakan pembangunan Bona Pasogit.


Sebagai naposo Batak yang tentunya peduli dengan Bona Pasogit Tanah Batak, mari mulai gagas dan gaungkan serta gerakkan  agar semua orang Batak di rantau mau perduli dan berbuat aksi nyata secara bersama-sama untuk Bona Pasogit kita Tanah Batak yang sama sama kita cintai. Horas.

Masukkan email anda untuk berlangganan artikel kami